Jemek Supardi

Jemek Supardi

Jemek Supardi

Jemek Supardi lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 14 Maret 1953 (umur 66 tahun) adalah seniman teater berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal sebagai penampil pantomim yang menyuarakan ketimpangan sosial masyarakat.

Ia telah menghasilkan banyak karya di berbagai medium pertunjukan antara lain di panggung pertunjukan, pasar, jalan, sampai kuburan

Ery Mefri

Ery Mefri

Ery Mefri

Ery Mefri (lahir di Saningbakar, Solok, Sumatra Barat, 23 Juni 1958; umur 61 tahun) adalah seorang koreografer tari asal Indonesia. Ia merupakan pimpinan kelompok tari Nan Jombang Dance Company. Dalam berkarya, ia banyak mengolah unsur-unsur tari tradisional Minangkabau. Ery merupakan anak tunggal dari pasangan Jamin Manti Jo Sutan dan Nurjanah asal Minangkabau.

Ia mengawali kariernya bersama Grup Gumarang Sakti pimpinan Gusmiati Suid. Ia dikenal sebagai koreografer yang suka melakukan pencarian ekspresi baru dalam setiap karyanya. Salah satu ciri khas yang muncul dalam setiap pementasan karyanya adalah tidak menggunakan iringan musik atau instrumen khusus. Para penari sendirilah yang menciptakan musik melalui nyanyian, tepukan tangan, pukulan ke anggota tubuh, atau tabuhan pada kain celana galembong.

Berkat ketekunannya dalam mengkreasikan tari Minang kontemporer, Ery Mefri sudah beberapa kali tampil di festival tari dunia, antara lain di Singapura, Essen, Mülheim an der Ruhr, Tokyo, Berlin, dan London.

Rahayu Supanggah

Rahayu Supanggah

Rahayu Supanggah

Lahir di Boyolali, 28 April 1949, Rahayu Supanggah adalah seorang komponis dari Indonesia yang khususnya berkarya untuk menyusun musik tradisional Jawa. Ia telah membawa musik gamelan pentas ke  lebih dari 40 negara sekaligus mengajarkannya ke hampir semua negara yang pernah ia kunjungi. Ia juga banyak melakukan kolaborasi dengan seniman dunia, mulai musisi, desainer, skenografer (peñata panggung), koreografer, dalang hingga sutradara film. Lebih dari itu, dialah yang mengenalkan sekaligus mengangkat musik tradisional gamelan ke dunia internasional, lebih dari 30 tahun lalu.

Dia telah mencipta lebih dari 100 buah karya, dikenal sebagian besar untuk perannya dalam kerjasama internasional “Realizing Rama” dan menyusun skor musik untuk pentas musik “I La Galigo” (kisah epik masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan) arahan sutradara Robert Wilson asal Amerika Serikat.

Komposisi musiknya untuk Opera Jawa (2006) arahan sutradara Garin Nugroho asal Indonesia memenangkan penghargaan Best Composer dalam Asian Film Award tahun 2007.

Sardono W Kusumo

Sardono W Kusumo

Sardono W Kusumo

Sardono Waluyo Kusumo (lahir di Solo, 6 Maret 1945; umur 74 tahun) adalah seorang penari, koreografer, dan sutradara film asal Indonesia. Ia adalah salah seorang tokoh tari kontemporer Indonesia.

Sardono pertama kali belajar menari tarian klasik Jawa ‘alusan’ pada R.T. Kusumo Kesowo (master tari kraton Surakarta). Pada tahun 1961, R.T. Kusumo Kesowo menciptakan sendratari kolosal Ramayana yang dipentaskan di Candi Prambanan. Tari kolosal ini melibatkan 250 penari dengan dua set orkestra gamelan. Sardono diserahi tugas untuk menarikan tokoh Hanoman – meskipun ia terlatih sebagai penari ‘alusan’ bukan ‘gagahan’. Pada awalnya ia kecewa, tetapi tugas ini memberinya inspirasi untuk mengadaptasi gerakan Hanoman di tari Jawa dengan silat yang ia pelajari sejak umur 8 tahun setelah ia melihat komik Tarzan.

Pada tahun 1968 ia menjadi anggota termuda IKJ pada usia 23 tahun. Pada tahun 1970-an ia mendirikan Sardono Dance Theatre. Sardono pernah mendapatkan penghargaan Prince Claus Awards dari Kerajaan Belanda pada tahun 1997. Sejak 14 Januari 2004 ia adalah Guru Besar Institut Kesenian Jakarta (IKJ).