Suprapto Suryodarmo

Suprapto Suryodarmo

Suprapto Suryodarmo

Mbah Prapto –panggilan akrab Suprapto– lahir 72 tahun yang lalu di Kampung Kemlayan, Kota Surakarta. Sejak kanak-kanak pria ini telah mengenal gerak, mulai tari klasik Jawa, silat hingga kungfu. Kiprah keseniannya diawali tahun 1966, ketika ia mendirikan grup Barada (binaraga budaya).

Di tempat itu, ia melatih tari dan beladiri. Pada era tahun 1974-1975, ia menciptakan Wayang Budha yang menjadi pembicaraan banyak kalangan. Wayang Budha adalah pementasan wayang gaya baru yang menggabungkan seni rupa, musik dan dunia pewayangan. Pentasnya ke Jerman (bersama koreografer Sardono W Kusuma) dalam Festival Pantomim Internasional tahun 1982 mempertemukannya dengan orang-orang yang memiliki pendekatan gerak bebas, sama dengan dirinya.

Setiap tahun sejak lawatannya yang pertama itu, Mbah Prapto terus-menerus diundang untuk memberikan workshop dan mementaskan jogetnya di Eropa, Australia, Filipina, Korea, Jepang dan Amerika Serikat. Ketika jaringannya mulai tersebar di banyak negara, tahun 1986 ia mendirikan Padepokan Lemah Putih, sebuah wadah untuk menampung murid-muridnya. Di padepokan itulah kemudian lahir komunitas Sharing Movemen. Istilah ini untuk menyebut teknik mengajar Mbah Prapto yang lebih banyak sharing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *