KETOPRAK BALEKAMBANG

Kedua kelompok ketoprak Solo, yakni Ketoprak Seniman Muda Surakarta dan Ketoprak Balekambang mulai 2019 bergabung menjadi Ketoprak Balekambang. Kelompok baru tersebut mementaskan karya pertama di Balekambang, Sabtu (5/1/2019). Sebelum pentas, kelompok baru tersebut mengadakan tasyakuran sederhana. Tampak hadir di antaranya, Ronggo Sukasdi, Randimo, Nano Asmaradana, Slamet Meteor Slenk, Dwi Mustanto dan Tatak Prihantoro (mewakili Ketoprak Muda Balekambang). Mereka duduk lesehan setengah lingkaran menghadap nasi bancakan. Doa bersama sebagai wujud syukur bersatunya kembali dua grup yang sebelumnya main sendiri-sendiri, yakni Ketoprak Seniman Muda Surakarta dan Ketoprak Balekambang. Doa bersama dipimpin oleh Nano Asmarandana. Seusai doa bersama dilanjutkan penuangan naskah lakon Daniswara Ngratu. Pentas disutradarai oleh Meteor Slamet Slenk. Pentas perdana mengangkat kisah perebutan harta, tahta, wanita yang berujung pada kehancuran di kerajaan Purwocarita.

Kisah tersebut menurut  Slamet, memuat pesan moral agar kita bisa saling menjaga persatuan antar anak bangsa dan tidak mudah menerima informasi yang belum jelas sumbernya. Pentas ketoprak didukung  60 seniman seniwati, dikemas dengan menggabungkan unsur  ketoprak klasik dan modern dengan ditampilkanya deretan pelawak terkenal Bogang, Joleno, dan kawan-kawan. Pentas disaksikan sekitar 100 penonton, berlangsung semarak dan berakhir pukul 23.00 WIB.

https://solo.tribunnews.com/2019/01/07/ketoprak-balekambang-solo-pentas-perdana.

Malam Ini, Ketoprak Balekambang Pentaskan Daniswara Ngratu