KEPATIHAN SOLO ART

Budaya warisan leluhur perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi bangsa sebagai cermin peradaban suatu bangsa. “Mau” dan “Mampu” melestarikan kebudayaan bangsa kita sendiri adalah suatu kebanggan tersendiri bagi bangsa. Gelaran ketoprak dengan cerita Raden Mas Said – Pangeran Samber Nyowo adalah bukti kongkrit, bahwa seni dan budaya bangsa Indonesia tetap lebih dicintai oleh seluruh masyarakat khususnya di Kota Surakarta. Pagelaran ketoprak yang diadakan di jalan Abdul Muis pada Minggu (1/9/2019), berlangsung sangat meriah. Mulai dari anak-anak hingga dewasa berhasil memukau seluruh penonton yang hadir. Mereka dengan apik membawakan seluruh dan isi cerita yang disajikan. Selain pergelaran ketoprak, “Kepatihan Kulon Solo Art” juga diisi dengan serangkaian bazar dengan menonjolkan potensi-potensi UKM yang ada di wilayah Kelurahan Kepatihan Kulon.

Rangkaian acaa dimulai dengan kirab budaya pada siang sampai sore hari. Kemudian acara dilanjutkan pada malam hari dengan pergelaran ketoprak. Warga dan seniman Solo turut berpartisipasi sebagai pendukung dalam pergelaran ketoprak, tampil dengan bagus.

KIRAB BUDAYA BABINSA KEPATIHAN KULON HADIR DITENGAH WARGA PADA EVENT KEPATIHAN SOLO ART

https://lintasdaerah.com/kepatihan-kulon-solo-art-2019/